Perempuan dan Pendidikan

  

sumber: unsplash

  oleh Riza Nurul Shabrina
    Manajemen FEB Uhamka

    Dalam teks yang berjudul “ Investasi Pendidikan Para Perempuan, Investasi Generasi Bangsa Yang Luar Biasa “, menurut saya termasuk ragam bahasa jurnalistik jika dilihat data-data faktual dan terpercaya berasal dari narasumber. Mencantumkan juga apa yang dikemukakan oleh narasumber dan dikembangkan, dan juga ditulis oleh seorang jurnalis dan disebarluaskan memalui situs khusus berita.

Contoh kalimat yang menunjukkan ragam bahasa jurnalistik.

                Sebanyak 22.233.393 perempuan Indonesia dengan usia masuk perguruan tinggi, hanya 2.760.711 atau sekitar 12,4 % yang terdaftar dan melanjutkan sekolah tinggi. Dari kondisi itulah membuat Dian Sastrowardoyo mendirikan Yayasan Dian Sastrowardoyo (YDS) pada taun 2009 dan memberikan banyak beasiswa bagi para perempuan muda dari keluarga yang tidak mampu untuk melanjutkan pendidikan di jenjang sarjana.

Hingga kini, yayasan ini terus melakukan banyak program beasiswa sarjana untuk perempuan Indonesia. Melansir dari laman Kompas.com dalam pelaksanaan proses seleksi calon penerima beasiswa YDS bekerja sama dengan Yayasan Hoshizora di Yogyakarta. Sampai dengan tahun 2019, program beasiswa ini telah masuk angkatan ke empat dengan jumlah 19 orang penerima yang berasal dari Jakarta, Ambon, Solo, Yogyakarta, Bantul, Sleman, Kulon Progo, Kidul, dan telah berhasil meluluskan 4 orang sarjana.

“Karena setiap orang di belahan dunia manapun berhak untuk mendapatkan pendidikan yang layak. Prinsip seperti inilah yang sangat kami percaya, sehingga nantinya perempuan Indonesia memiliki karakter yang unggul mandiri, berdaya juang tinggi dan terus ingin belajar” kata Dian Sastrowardoyo (17/10) dilansir dalam laman Kompas.com

                                                                                                                                            

Perbedaan Tata Bahasa (Bentuk Kata, Tata Bahasa, Struktur Kalimat, Kosa Kota)

Bentuk kata

a. Bahasa Tulisan: Sehingga bukan hanya menjadi generasi yang cerdas dalam intelektual namun juga secara emosional dan sosial. (artikel)

b. Bahasa Lisan: Sehingga bukan hanya jadi generasi yang cerdas dalam intelektual namun juga secara emosional dan sosial.

Kosa kata

a. Bahasa lisan: kata Dian Sastrowaryodo (artikel)

b. Bahasa tulisan: Dian Sastrowardoyo mengatakan.

Struktur kalimat

a. Bahasa lisan: Hingga kini, yayasan ini terus melakukan banyak program beasiswa sarjana untuk perempuan Indonesia. (artikel)

b. Bahasa tulisan: Hingga kini, yayasan tersebut telah melakukan banyak program beasiswa sarjana untuk perempuan Indonesia. 

 

Aspek tata bunyi dalam artikel tersebut menurut saya sudah cukup baik dan benar, begitupun dalam masalah lafalnya karena kata yang mengandung unsur f,v dan z menggunakan huruf yang tepat.

Namun untuk tata bahasa harus diperhatikan lebih, terutama untuk kata pada beberapa kalimat dibawah ini.

Dari kondisi itulah membuat Dian Sastrowardoyo mendirikan Yayasan Dian Sastrowardoyo (YDS) pada taun 2009 dan memberikan banyak beasiswa bagi para perempuan muda dari keluarga yang tidak mampu untuk melanjutkan pendidikan di jenjang sarjana.

  •         taun, bentuk kata yang benar adalah tahun.

“Karena setiap orang di belahan dunia manapun berhak untuk mendapatkan pendidikan yang layak. Prinsip seperti inilah yang sangat kami percaya, sehingga nantinya perempuan Indonesia memiliki karakter yang unggul mandiri, berdaya juang tinggi dan terus ingin belajar” kata Dian Sastrowardoyo (17/10) dilansir dalam laman Kompas.com

  •         kata, bentuk yang benar adalah ujar.

 sumber : https://www.kabarpendidikan.id/2020/10/investasi-pendidikan-pada-perempuan.html

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Mata Kuliah Favorit?